Wednesday, April 1, 2015

Poached Egg

0

Poached egg mungkin masih terdengar asing di telinga orang Indonesia. Istilah ini masih kalah populer dengan boiled egg atau yang kita kenal dengan telur rebus. Poaching adalah teknik merebus dengan temperatur rendah dalam air, susu, kaldu atau wine. Memasak telur menggunakan teknik ini susah-susah gampang, tidak jarang banyak orang yang gagal ketika pertama kali membuatnya. Berikut ini adalah tips membuat poached egg yang telah Saya coba dari chanel youtube James Oliver Perfect Poached Eggs - 3 Ways | Jamie Oliver

1. Pilih Telur yang Segar
Cara mengetahui kesegaran telur cukup mudah, rendam dalam mangkuk atau wadah berisi air sampai terendam seluruhnya. Jika telur berada di dasar wadah berarti telur tersebut segar, jika sudah mengambang kemungkinan besar telur sudah tidak segar lagi. Jika Anda berbelanja di supermarket atau tempat retail, pilihlah produk yang berada di belakang rak, bukan di bagian rak paling depan karena tempat ini menerapkan sistem first in first out. Produk paling baru akan diletakkan di bagian belakang agar stok yang lebih lama habis terlebih dahulu. Cek juga tanggal produksi atau kadaluarsanya jika tercantum di kemasannya.

2. Simmer don't Boil
Prinsip paling penting dalam membuat poached egg adalah suhu air yang digunakan ketika memasak. Panaskan air dalam panci dengan api kecil sedang sampai keluar gelembung-gelembung kecil (bukan mendidih), angkat panci sampai gelembung hilang kemudian letakkan kembali di atas kompor. Inilah yang disebut dengan simmering.

3. Gunakan Mangkuk
Ketika air sudah simmering, pecahkan telur dan gunakan mangkuk untuk meletakkan telur ke dalam air satu persatu.

4. No Vinegar 
Beberapa resep memberikan tips untuk menggunakan sedikit cuka ketika memasak telur karena asam akan membuat tekstur telur menjadi lebih padat tapi justru hal ini membuat telur menjadi bau cuka.

5. Waktu Memasak
Jangan memasak terlalu lama atau terlalu sebentar, waktu ideal untuk memasak poached egg adalah 3 menit.

6. Mengaduk Air
Jika Anda memasak lebih dari satu telur, Anda dapat mengaduk air dalam panci sebelum memasukkan telur. Hal ini bertujuan untuk membuat telur menjadi menyatu sebelum memasukkan telur lain.

7. Masak dalam Plastik
Teknik lain agar bentuk telur tetap menyatu ketika dimasak adalah menggunakan plastik. Letakkan plastik dalam wadah kemudian tuang sedikit minyak goreng, masukkan telur, ikat dan masak selama 3 menit. Salah satu keuntungan dari teknik ini, Anda dapat membumbui telur yang akan Anda masak.

Setelah Saya coba tips memasak berikut, teknik memasak dalam plastik merupakan teknik yang paling praktis. Ketika memasak telur dengan ataupun tanpa diaduk, pasti ada bagian telur yang tertinggal ketika telur diangkat sehingga air yang digunakan menjadi keruh. Bentuk telur yang dimasakpun tidak beraturan walaupun air untuk memasak sudah Saya aduk sebelum memasukkan telur. Kekurangan dari teknik memasak dalam plastik adalah keamanan dari teknik ini. Memanaskan plastik tentu menimbulkan kekhawatiran akan adanya zat berbahaya yang akan mengkontaminasi telur.

English Muffin

2


Bahan-bahan:
1/2 bungkus ragi instan
1/2 sdt gula
1/2 sdt garam
1 cup tepung terigu
1 sdm butter atau margarin
1/2 cup air hangat
1/3 cup cornmeal

Untuk 6 porsi muffins

Cara membuat:
1. Campurkan ragi instan, air hangat, gula dan sedikit tepung terigu kemudian biarkan selama 5 menit atau sampai terlihat berbusa.
Tips: Gunakan air hangat-hangat kuku sekitar 110° F atau 40an° C, air yang digunakan tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin karena akan mematikan ragi. Gula dan sedikit tepung terigu berfungsi sebagai makanan ragi agar cepat mengembang. Sebaiknya garam dimasukkan terakhir karena akan mengganggu pertumbuhan ragi.

2. Masukkan 1 cup tepung terigu, garam dan butter yang sudah dilelehkan.
Tips: di resep-resep internet disebutkan bahwa tepung yang digunakan sebaiknya tepung bakery untuk membuat roti karena jika diuleni, gluten yang dihasilkan akan lebih banyak hal ini membuat tekstur muffin menjadi lebih kenyal, tapi kalau tidak ada pakai all purpose flour saja sudah cukup. Ketika membuat resep ini, Saya memakai tepung b*gasari dengan bungkus warna biru. Saya lebih suka memakai unsalted butter merk o*chid tapi memakai salted butter atau margarin juga sama saja, hanya porsi garamnya harus dikurangi atau tidak perlu lagi memakai garam karena rasa adonan sudah asin.

3. Aduk semua bahan sampai tercampur merata, kemudian uleni adonan sampai tidak lengket di tangan.
Tips: tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit jika adonan masih terasa lengket, namun jika adonan kurang kalis tambahkan butter atau margarin yang sudah dilelehkan. Adonan yang sudah jadi mempunyai tekstur yang sangat empuk  dan tidak lengket ketika dipegang.

4. Tutup adonan dengan kain atau plastik, biarkan selama 1 jam sampai adonan mengembang 2 kali lipat.

5. Setelah 1 jam, siapkan tempat untuk menguleni adonan, taburkan tepung terigu agar tidak lengket. Uleni dan bagi adonan menjadi 6 bagian yang sama besar. Bentuk menjadi bulat pipih.

6. Gulingkan adonan muffins yang telah dibentuk ke dalam wadah yang berisi cornmeal secara merata kemudian tutup kembali dengan plastik atau kain selama 30 menit.
Tips: cornmeal berasal dari jagung kering yang digiling dengan kata lain semacam tepung jagung, tapi bukan tepung maizena. Cornmeal biasanya dijual di supermarket bagian sereal, atau di toko bahan import. Adonan muffin yang dilumuri cornmeal akan menghasilkan tekstur renyah ketika dipanggang. Saya membuat sendiri cornmeal untuk adonan ini. Caranya, 1/3 cup biji jagung kering ditumbuk sampai agak halus kemudian Saya haluskan lagi menggunakan food processor. Saya tidak berani langsung menggunakan food processor karena Saya takut blade-nya tidak kuat. Setelah itu, jagung yang sudah dihaluskan tadi diayak. Butiran halus hasil ayakan itulah yang dinamakan cornmeal. Selain menggunakan food processor, biji jagung juga bisa dihaluskan menggunakan coffee bean grinder.
Jangan terlalu lama mendiamkan adonan setelah dilumuri cornmeal karena ragi masih aktif tumbuh, hal ini dapat menyebabkan bau ragi atau rasa alkohol pada muffin.

5. Panaskan panggangan, beri sedikit minyak, lemak atau shortening. Panaskan muffin sampai kedua sisinya kecoklatan. Belah muffin menggunakan garpu. Sajikan muffin selagi hangat
Tips: di resep-resep Barat, muffin dipanggang menggunakan griddle yang diolesi lemak. Saya memanggang ala Indonesia menggunakan happ*call dan margarin. Muffin bisa dihangatkan dengan oven atau dipanggang lagi. Muffin ini paling enak untuk sarapan, diolesi keju atau ditambah poached egg untuk egg benedict.
Selamat mencoba

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com