English Muffin
Bahan-bahan:
1/2 bungkus ragi instan
1/2 sdt gula
1/2 sdt garam
1 cup tepung terigu
1 sdm butter atau margarin
1/2 cup air hangat
1/3 cup cornmeal
Untuk 6 porsi muffins
Cara membuat:
1. Campurkan ragi instan, air hangat, gula dan sedikit tepung terigu kemudian biarkan selama 5 menit atau sampai terlihat berbusa.
Tips: Gunakan air hangat-hangat kuku sekitar 110° F atau 40an° C, air yang digunakan tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin karena akan mematikan ragi. Gula dan sedikit tepung terigu berfungsi sebagai makanan ragi agar cepat mengembang. Sebaiknya garam dimasukkan terakhir karena akan mengganggu pertumbuhan ragi.
2. Masukkan 1 cup tepung terigu, garam dan butter yang sudah dilelehkan.
Tips: di resep-resep internet disebutkan bahwa tepung yang digunakan sebaiknya tepung bakery untuk membuat roti karena jika diuleni, gluten yang dihasilkan akan lebih banyak hal ini membuat tekstur muffin menjadi lebih kenyal, tapi kalau tidak ada pakai all purpose flour saja sudah cukup. Ketika membuat resep ini, Saya memakai tepung b*gasari dengan bungkus warna biru. Saya lebih suka memakai unsalted butter merk o*chid tapi memakai salted butter atau margarin juga sama saja, hanya porsi garamnya harus dikurangi atau tidak perlu lagi memakai garam karena rasa adonan sudah asin.
3. Aduk semua bahan sampai tercampur merata, kemudian uleni adonan sampai tidak lengket di tangan.
Tips: tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit jika adonan masih terasa lengket, namun jika adonan kurang kalis tambahkan butter atau margarin yang sudah dilelehkan. Adonan yang sudah jadi mempunyai tekstur yang sangat empuk dan tidak lengket ketika dipegang.
4. Tutup adonan dengan kain atau plastik, biarkan selama 1 jam sampai adonan mengembang 2 kali lipat.
5. Setelah 1 jam, siapkan tempat untuk menguleni adonan, taburkan tepung terigu agar tidak lengket. Uleni dan bagi adonan menjadi 6 bagian yang sama besar. Bentuk menjadi bulat pipih.
6. Gulingkan adonan muffins yang telah dibentuk ke dalam wadah yang berisi cornmeal secara merata kemudian tutup kembali dengan plastik atau kain selama 30 menit.
Tips: cornmeal berasal dari jagung kering yang digiling dengan kata lain semacam tepung jagung, tapi bukan tepung maizena. Cornmeal biasanya dijual di supermarket bagian sereal, atau di toko bahan import. Adonan muffin yang dilumuri cornmeal akan menghasilkan tekstur renyah ketika dipanggang. Saya membuat sendiri cornmeal untuk adonan ini. Caranya, 1/3 cup biji jagung kering ditumbuk sampai agak halus kemudian Saya haluskan lagi menggunakan food processor. Saya tidak berani langsung menggunakan food processor karena Saya takut blade-nya tidak kuat. Setelah itu, jagung yang sudah dihaluskan tadi diayak. Butiran halus hasil ayakan itulah yang dinamakan cornmeal. Selain menggunakan food processor, biji jagung juga bisa dihaluskan menggunakan coffee bean grinder.
Jangan terlalu lama mendiamkan adonan setelah dilumuri cornmeal karena ragi masih aktif tumbuh, hal ini dapat menyebabkan bau ragi atau rasa alkohol pada muffin.
5. Panaskan panggangan, beri sedikit minyak, lemak atau shortening. Panaskan muffin sampai kedua sisinya kecoklatan. Belah muffin menggunakan garpu. Sajikan muffin selagi hangat
Tips: di resep-resep Barat, muffin dipanggang menggunakan griddle yang diolesi lemak. Saya memanggang ala Indonesia menggunakan happ*call dan margarin. Muffin bisa dihangatkan dengan oven atau dipanggang lagi. Muffin ini paling enak untuk sarapan, diolesi keju atau ditambah poached egg untuk egg benedict.
Selamat mencoba

Enak sekali kakak masakannya
ReplyDeleteMakasih kakak *ngenes banget ya* hahaha
Delete